Sedangkankarakter adalah watak, tabiat, akhlak, atau juga kepribadian Pembangunan Karakter Bangsa Tahun 2010-). Nilai-nilai karakter yang dijiwai oleh Keingintahuan, (18) Cinta ilmu, (19) Kesadaran akan hak dan kewajiban diri .
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Banyak sekali pengertian tentang pendidikan karakter salah satu yang dapat saya simpulkan adalah pendidikan karakter merupakan suatu sistem penanaman nilai-nilai karakter kepada seseorang yang meliputi komponen pengetahuan, kesadaran atau kemauan, dan tindakan untuk melaksanakan nilai-nilai tersebut. Di indonesia pendidikan karakter merupakan fokus tujuan utama dalam rangka pembangunan karakter warga negara, melihat bahwa sekarang ini semakin menurunya etika, moral dan prilaku peserta didik. Seperti tawuran antar pelajar, kenakalan remaja, pencurian, kekerasan, seks bebas dan lain sebagainya. Hal semacam ini tentunya harus dihindari oleh bangsa kita. Karena, tujuan utama kita adalah bagaimana membentuk bangsa yang remaja sebagai generasi penerus bangsa menjadi aktor utama dalam memperbaiki bagaimana kehidupan bangsa dimasa mendatang. Salah satu yang diharapkan adalah bangsa yang berkarakter. Lalu seperti apa bangsa yang berkarakter itu? Bagaimana membentuk karakter bangsa itu? Menurut saya bangsa yang berkarakter adalah bangsa yang memiliki keperibadian yang baik, bangsa yang menjunjjung tinggi nilai, norma dan etika serta menghargai budaya yang di miliki. Dengan menghargai nilai, norma dan budaya tersebut tentunya akan membangun keberadaban bangsa yang baik. Kearifan dari keanekaragaman nilai dan budaya kehidupan bermasyarakat inilah yang harus dipertahankan untuk menjadi bangsa yang berkarakter. Oleh karena itu, pendidikan karakter harus diletakan pada posisi yang tepat, apalagi ketika menghadapi konflik yang berbasis pada ras, suku dan keagamaan. Pendidikan karakter bukanlah sekedar wacana tetapi realitas, bukan hanya sekedar kata-kata tetapi tindakan dan bukan simbol atau slogan tetapi untuk membangun keberadaban bangsa. Sedangkan untuk membentuk karakter bangsa itu sendiri adalah melalui pendidikan karakter. Seperti yang saya katakan sebelumnya bahwa melalui pendidikan karakter baik di sekolah, keluarga dan masyarakat adalah modal utama dalam membentuk karakter yang baik bagi anak sekaligus modal utama dalam membntuk bangsa yang berkarakter. Pendidikan karakter menjadi penting. Karena didalamnya terdapat banyak sekali nilai-niali positif seperti nilai religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, bersahabat/komunikatif , cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial, tanggung jawab. Nilai semacam inilah yang sangat di butuhkan oleh anak-anak kita sebagai generasi penerus bangsa. Untuk menjadikan anak-anak yang berkarakter serta bangsa yang berkarakter perlu adanya perbaikan dan evalusai terutama pada pendidikan formal yaitu sekolah. Memperbaiki sitem pendidikan serta mengorganisir setiap kebIjakan agar lebih baik kalah penting juga pendidikan keluarga dan masyarakat juga harus diperbaiki, kesemua ini saling berdampingan dan tidak dapat dipisahkan guna membentuk karakter yang baik bagi anak. Karena, pendidikan karakter bukan hanya sekedar mengajarkan mana yang benar dan mana yang salah. Lebih dari itu, pendidikan karakter adalah usaha menanamkan kebiasaan-kebiasaan yang baik habituation sehingga seseorang mampu bersikap dan bertindak berdasarkan nilai-nilai yang telah menjadi kepribadiannyaJika semua pendidkan tersebut berjalan dengan baik. Maka secara jelas akan terbentuk karakter yang baik bagi anak. Jika karakter sudah terbentuk dengan baik sudah pasti ini menjadi awal untuk terbentuknya karakter bangsa yang baik yang sangat dibutuhkan di negara kita ini. Karena pada dasarnya pendidikan karakter itu untuk menuju bangsa yang nilai dalam pendidikan karakter 2011 Problematika pendidikan karakter, antara konsep dan realita 2013 Pendidikan Karakter Di Indonesia 2013 Karakter 2013 - Lihat Humaniora Selengkapnya 18nilai-nilai dalam pendidikan karakter menurut Diknas adalah: 1. Religius Sikap dan perilaku yang patuh dalam melaksanakan ajaran agama yang dianutnya, toleran terhadap pelaksanaan ibadah agama lain, dan hidup rukun dengan pemeluk agama lain. Contohnya ialah siswa yang selalu taat dan tepat waktu menjalankan ibadah sesuai dengan
Berikut adalah 18 karakter bangsa yang dibuat oleh diknas Religius Jujur Toleransi Disiplin Kerja keras Kreatif Mandiri Demokratis Rasa ingin tahu Semangat kebangsaan Cinta tanah air Menghargai prestasi Bersahabat/ komunikatif Cinta damai Gemar membaca Peduli lingkungan Peduli sosial Tanggung jawab Penjelasannya sebagai berikut 1. Religius Sikap dan perilaku yang patuh dalam melaksanakan ajaran agama yang dianutnya, toleran terhadap pelaksanaan ibadah agama lain, dan selalu hidup rukun dengan pemeluk agama lain. 2. Jujur Perilaku yang didasarkan pada upaya yang menjadikan dirinya sebagai orang yang dapat dipercaya dalam perkataan, tindakan dan pekerjaan. 3. Toleransi Sikap dan tindakan yang menghargai perbedaan agama, suku, etnis, pendapat, sikap dan tindakan orang lain yang berbeda dari dirinya. 4. Disiplin Tindakan yang menunjukan perilaku tertib dan patuh pada berbagai ketentuan dan peraturan. 5. Kerja Keras Perilaku yang menunjukan upaya sungguh-sungguh dalam mengatasi berbagai hambatan belajar dan tugas, serta menyelesaikan tugas dengan sebaik-baiknya. 6. Kreatif Berpikir dan melakukan sesuatu untuk menghasilkan cara atau hasil baru dari sesuatu yang telah dimiliki. 7. Mandiri Sikap dan perilaku yang tidak mudah tergantung pada orang lain dalam menyelesaikan tugas-tugas. 8. Demokratis Cara berpikir, bersikap dan bertindak yang menilai sama hak dan kewajiban dirinya dan orang lain. 9. Rasa ingin tahu Sikap dan tindakan yang selalu berupaya untuk mengetahui lebih mendalam dan meluas dari sesuatu yang dipelajari, dilihat dan didengar. 10. Semangat kebangsaan Cara berpikir, bertindak dan berwawasan yang menempatkan kepentingan bangsa dan negara diatas kepentingan diri dan kelompoknya. 11. Cinta tanah air Cara berpikir, bersikap dan berbuat yang menunjukan rasa kesetiaan, kepedulian dan penghargaan yang tinggi terhadap bahasa, lingkungan fisik, sosial, budaya, ekonomi, dan politik bangsa. 12. Menghargai prestasi Sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat, dan mengakui, serta menghormati keberhasilan orang lain. 13. Bersahabat/ komunikatif Tindakan yang memperlihatkan rasa senang berbicara, bergaul, dan bekerja sama dengan orang lain. 14. Cinta damai Sikap, perkataan dan tindakan yang menyebabkan orang lain merasa senang dan aman atas kehadiran dirinya. 15. Gemar membaca Kebiasaan menyediakan waktu untuk membaca berbagai bacaan yang memberikan kebajikan bagi dirinya. 16. Peduli lingkungan Sikap dan tindakan yang selalu berupaya mencegah kerusakan pada lingkungan alam di sekitarnya, dan mengembangkan upaya-upaya untuk memperbaiki kerusakan alam yang sudah terjadi. 17. Peduli sosial Sikap dan tindakan yang selalu ingin memberi bantuan pada orang lain dan masyarakat yang membutuhkan. 18. Tanggung jawab Sikap dan perilaku seseorang untuk melaksanakan tugas dan kewajibannya, yang seharusnya dia lakukan, terhadap diri sendiri, masyarakat, lingkungan alam, sosial dan budaya, negara dan Tuhan Yang Maha Esa.
OrangSunda diyakini memiliki watak/karakter Kasundaan sebagai jalan menuju keutamaan hidup. Karakter atau watak yang dimaksud tersebut adalah cageur (sehat), bageur (baik), bener (benar), singer (terampil), dan pinter (pandai). Adapun macam-macam kebudayaan yang dimiliki suku Sunda, di antaranya adalah wayang golek, angklung, calung, dan
– Dalam tulisan ini, kita akan menguraikan 18 Nilai Karakter Bangsa Indonesia beserta contohnya. Pendidikan karakter penting di lakukan untuk kemajuan pendidikan moral di Indonesia. Daftar Isi 118 Nilai Karakter Bangsa Indonesia beserta ContohnyaNilai Karakter ReligiusNilai Karakter JujurNilai Karakter ToleransiNilai Karakter DisiplinNilai Karakter Kerja KerasNilai Karakter KreatifNilai Karakter MandiriNilai Karakter DemokratisNilai Karakter Rasa Ingin TahuNilai Karakter Semangat KebangsaanNilai Karakter Cinta Tanah AirNilai Karakter Menghargai PrestasiBersahabat/KomunikatifCinta DamaiGemar MembacaPeduli LingkunganPeduli SosialNilai Karakter Tanggung Jawab 18 Nilai Karakter Bangsa Indonesia beserta Contohnya Catatan buat pembacaPada setiap tulisan dalam semua tulisan yang berawalan “di” sengaja dipisahkan dengan kata dasarnya satu spasi, hal ini sebagai penciri dari website ini. Nilai Karakter Religius Dalam keseharian kita, kata religius sudah tidak asing lagi. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia KBBI, kata religius memiliki arti bersifat religi; bersifat keagamaan; yang bersangkut-paut dengan religi. Olehnya itu, maka sebagai negara yang religius, Indonesia memiliki Pancasila sebagai dasar negara dan simbol pemersatu bangsa yang sangat plural ini. Sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa menjadi dasar penyelenggaraan kehidupan berbangsa dan bernegara serta mengilhami empat sila lainnya sebagai cita-cita bangsa dan negara Indonesia. Untuk itu, umat beragama di harapkan dapat mengejawantahkan nilai-nilai religius di masing-masing agama sesuai nilai-nilai universal sila Ketuhanan Yang Maha Esa dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Selain memiliki pengetahuan akan agama dan kepercayaan yang di yakininya, umat beragama di harapkan pula dapat menerapkan nilai-nilai agama dan kepercayaannya dalam kehidupan ini. Untuk itu, maka nilai religius ini sendiri pada umumnya di bangun dari rumah, dari keluarga, terutama orangtua yang harus mengajarkan si Anak untuk mengenal agama dan hal-hal baik di dalamnya. Misalnya, seorang Ibu jendaknya dapat membantu si Anak belajar menghargai perbedaan, tidak memaksakan kehendak, melindungi yang tertindas, dan mencintai lingkungan juga di rumah. Contoh lainnya adalah sikap dan perilaku yang patuh dalam melaksanakan ajaran agamanya, toleran terhadap pelaksanaan ibadah agama lain, dan hidup rukun dengan pemeluk agama lain. Selain itu, contoh dalam perilaku sehari-hari adalah melaksanakan kewajiban beribadah shalat 5 waktu bagi muslim, dan ibadah lainnya bagi penganut agama lain, tidak menganggu pelaksanaan ibadah/ritual/perayaan pemeluk agama lain, saling menjaga kedamaian antar pemeluk agama, dll. Nilai Karakter Jujur Perilaku yang di dasarkan pada upaya menjadikan dirinya sebagai orang yang selalu dapat di percaya dalam perkataan, tindakan, dan pekerjaan. Kualitas karakter jujur dalam diri seseorang dapat terlihat dari cara seseorang dalam bersikap terhadap sesuatu hal yang jika dia berkata jujur akan merugikan dirinya, dan jika dia berkata bohong, dia akan mendapat keuntungan. Ketika dia memilih untuk berkata jujur maka, ybs menunjukkan karakter jujur untuk hal ini. Namun perlu di catat bahwa, karakter jujur dapat di sematkan pada seseorang jika secara konsisten dan dalam segala hal ybs dapat berkata sesuai adanya. Contoh perilaku jujur yang paling mendasar adalah tidak berbohong, dalam konteks peserta didik, tidak melakukan perbuatan seperti menyontek/menjiplak pada saat ujian. Nilai Karakter Toleransi Sikap dan tindakan yang menghargai perbedaan agama, suku, etnis, pendapat, sikap, dan tindakan orang lain yang berbeda dari dirinya. Contoh perilaku toleransi adalah tidak memaksakan pendapat sendiri, dan menerima perbedaan sebagai suatu keniscayaan. Nilai Karakter Disiplin Disiplin adalah suatu kondisi yang tercipta dan terbentuk melalui proses serangkaian perilaku yang menunjukkan nilai-nilai ketaatan, kepatuhan, kesetiaan, keteraturan dan ketertiban. Tindakan yang menunjukkan perilaku tertib dan patuh pada berbagai ketentuan dan peraturan. Contoh perilaku disiplin adalah datang dan pulang tepat waktu, menaati peraturan yang berlaku di semua tempat dll. Ciri ciri orang disiplin Selalu mentaati peraturantepat waktuSelalu hidup terjadwal dengan teraturSelalu melaksanakan tugas dengan baik dengan membiasakan hidup disiplin Perilaku disiplin di rumah membantu orang tuaberangkat sekolah tepat waktubelajar setiap hariTidur dan bangun tepat waktu,Merapikan tempat tidur dan kamar,Makan dengan teratur,Merapikan mainan setelah bermain,Menjaga kebersihan rumah,Menjalankan ibadah tepat waktu,Mandi pagi dan sore hari,Menjaga keamanan di rumah,Penggunaan listrik dan peralatan elektronik Disiplin yang di terapkan di sekolah Masuk sekolah tepat waktuBerbaris dengan tertibBerseragam sesuai ketentuan sekolahMenaati tata tertib sekolahMendengarkan pelajaran dengan tekunBeribadah tepat waktutidak terlambat masuk sekolahbila keluar kelas minta izinmelaksanakan tugas piketmembuang sampah pada tembatnyatidak boleh berbuat gaduh di kelas duduk dengan rapiBerlaku sopan santun Sikap disiplin di masyarakat jangan membunyikan radio atau tv keras keras pada malam harimembuang sampah pada tempat nyaberjalan di sebelah kirimematuhi rambulalu lintas di jalan umumjangan bermain layang layang di kebersihan lingkunganMenjaga keamanan lingkunganTidak mengganggu dalam bertamuHati-hati menggunakan barang milik orang lain Nilai Karakter Kerja Keras Sebagaimana telah kita ketahui bersama bahwa kerja keras adalah kunci utama untuk meraih kesuksesan dan kebahagiaan dalam hal apa pun. Sudah pasti kita memperoleh sesuatu itu bukanlah perkara yang gampang atau semudah membalik telapak tangan atau hanya dengan meminta langsung dapat, tapi sekali lagi harus dengan kerja keras. Kerja keras sama saja dengan menghargai waktu dan lebih dekat pada hasil yang gemilang. Ingat bahwa setiap orang punya jatah gagal yang harus di habiskan untuk menjadi sukses, jadi orang yang berkerja keras akan lebih cepat menghabiskan jatah gagal itu sehingga lebih cepat menuju titik sukses. Selain kesuksesan, dengan kerja keras kita juga akan mendapatkan banyak pengalaman hidup yang berharga. Rangkaian proses yang kita lalui selama kerja keras akan memberikan banyak hal yang tersimpan rapi dalam memori kita. Semua proses itu akan membuat kita lebih bijaksana, lebih bersyukur, dan lebih kita bisa berhasil menempa diri kita sehingga bisa lulus melewati serangkaian tantangan dan hambatan yang seakan menyuruh kita untuk berhenti di tengah jalan, maka kita akan memiliki mental yang teruji dan semakin kuat. Akhirnya itu akan menjadi modal besar untuk mendapatkan sukses yang lebih besar. Ini yang kemudian menjawab pertanyaan mengapa orang sukses tambah sukses, yah, karena kesuksesan pertama menjadi bekal kesuksesan berikutnya dan terus berantai seperti itu. Kerja keras merupakan tindakan yang menunjukkan perilaku tertib dan patuh pada berbagai ketentuan dan peraturan. Nilai Karakter Kreatif Kreatif berkaitan dengan berpikir dan melakukan sesuatu untuk menghasilkan cara atau hasil baru dari sesuatu yang telah di miliki. Arti dari kata kreatif’ adalah menciptakan sesuatu yang berbeda dari yang lain, atau menghubungkan hal-hal yang tadinya tidak berhubungan. Sementara arti dari kata inovatif’ adalah menciptakan sesuatu yang belum pernah ada menjadi ada atau menciptakan sesuatu yang sama sekali berbeda. Ada dua aspek penting pada kreatifitas yaitu proses dan manusia. Proses yang berorentasi tujuan, yang di desain untuk mencapai solusi suatu permasalahan. Sedangkan manusia merupakan sumber daya yang menentukan solusi. Namun memang dalam berpikir kreatif tidaklah semudah yang di bayangkan. Bagi anak-anak mungkin kreatifitas masih sangat luas karena pemikiran mereka masih di bebaskan. Tetapi semakin bertambah dewasanya seseorang, kreatifitas seakan-akan telah di kotak-kotakkan dan hal ini menjadi hambatan untuk seseorang berpikir kreatif. Hambatan-hambatan tersebut hendaknya di minimalisir atau justru di hilangkan karena dalam berwirausaha, kreatifitas sangatlah di butuhkan dan jangan sampai hambatan menjadi permasalahan yang membuat ide kreatif kita tidak berkembang. Banyak penemuan dan inovasi lahir sebagai cara pandang terhadap suatu hubungan baru dan berbeda antara objek, proses, bahan, teknologi dan orang. Untuk membantu kreatifitas, kita dapat melakukan cara pandang kita terhadap hubungan kita dengan lingkungan alam sekitar. Orang yang kreatif akan memiliki hubungan intuisi tertentu untuk dapat mengembangkan dan mengenali hubungan yang baru. Selain itu untuk dapat melakukan kreativitas agar dapat berimajinasi yang inovatif gunakanlah otak bagian kanan, sedangkan otak bagian kiri di gunakan untuk bekerja. Proses kreativitas yang inovatif meliputi pemikiran logis dan analitis terhadap pengetahuan, evaluasi dan tahap implementasi. Nilai Karakter Mandiri Sikap dan perilaku yang tidak mudah tergantung pada orang lain dalam menyelesaikan tugas-tugas. Pengertian mandiri menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah dalam keadaan dapat berdiri sendiri; tidak bergantung pada orang lain. Mandiri sinonim dengan berdikari, yakni berdiri di atas kaki sendiri dan tidak menggantungkan dengan bantuan orang lain. Ciri-ciri kemandirian menurut Gea 2002 145 ada beberapa hal, yaitu percaya diri, mampu bekerja sendiri, menguasai keahlian dan keterampilan, menghargai waktu, dan bertanggung jawab. Ciri-ciri kemandirian menurut Parker Tanggung jawab berarti memiliki tugas untuk menyelesaikan sesuatu dan di minta hasil pertanggung jawaban atas hasil adalah suatu kondisi dimana seseorang tidak tergantung kepada otoritas dan tidak membutuhkan juga mencakup ide adanya kemampuan mengurus diri sendiri dan menyelesaikan masalahnya dan kebebasan untuk menentukan keputusan sendiri, berarti mampu untuk mengendalikan atau mempengaruhi apa yang akan terjadi kepada dirinya memecahkan masalah, dengan dukungan dan arahan yang menandai, individu akan terdorong untukmencapai jalan keluar bagi persoalan-persoalan praktis relasional mereka sendiri. Sedangkan Mahmud sendiri berpendapat bahwa ciri-ciri kemandirian adalah sebagai berikut Kemampuan untuk membuat keputusan-keputusan menjalankan peranan baru yaitu perubahan-perubahan dalam peranan dan aktivitas memikul tanggung rasa percaya pada diri kejelasan pribadi yaitu berupa kemampuan benar dan salah Steinberg menyusun kemandirian dalam 3 aspek kemandirian, yaitu Kemandirian Emosi Emotional Autonomy, yaitu kemandirian yang merujuk pada pengertian yang di kembangkan anak mengenai individualisasi dan melepaskan diri atas ketergantungan mereka dalam pemenuhan kebutuhan-kebutuhan dasar dari orang tua perilaku Behavior Autonomy, yaitu kemandirian dalam perilaku bebas untuk berbuat atau bertindak sendiri tanpa Nilai Karakter Demokratis Cara berfikir, bersikap, dan bertindak yang menilai sama hak dan kewajiban dirinya dan orang lain. Nilai Karakter Rasa Ingin Tahu Sikap dan tindakan yang selalu berupaya untuk mengetahui lebih mendalam dan meluas dari sesuatu yang di pelajarinya, di lihat, dan di dengar. Nilai Karakter Semangat Kebangsaan Cara berpikir, bertindak, dan berwawasan yang menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan diri dan kelompoknya. Nilai Karakter Cinta Tanah Air Cara berpikir, bertindak, dan berwawasan yang menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan diri dan kelompoknya. Nilai Karakter Menghargai Prestasi Nilai Karakter Menghargai Prestasi merupakan sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat, dan mengakui, serta menghormati keberhasilan orang lain. Bersahabat/Komunikatif Nilai Karakter Bersahabat/Komunikatif merupakan Sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat, dan mengakui, serta menghormati keberhasilan orang lain. Cinta Damai Nilai Karakter Cinta Damai merupakan Sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat, dan mengakui, serta menghormati keberhasilan orang lain. Gemar Membaca Nilai Karakter Gemar Membaca Kebiasaan menyediakan waktu untuk membaca berbagai bacaan yang memberikan kebajikan bagi dirinya. Peduli Lingkungan Nilai Karakter Peduli Lingkungan merupakan Sikap dan tindakan yang selalu berupaya mencegah kerusakan pada lingkungan alam di sekitarnya, dan mengembangkan upaya-upaya untuk memperbaiki kerusakan alam yang sudah terjadi. Peduli Sosial Nilai Karakter peduli sosial merupakan sikap dan tindakan yang selalu ingin memberi bantuan pada orang lain dan masyarakat yang membutuhkan. Nilai Karakter Tanggung Jawab Sikap dan perilaku seseorang untuk melaksanakan tugas dan kewajibannya, yang seharusnya dia lakukan, terhadap diri sendiri, masyarakat, lingkungan alam, sosial dan budaya, negara dan Tuhan Yang Maha Esa. Demikian 18 Nilai Karakter Versi Kemendiknas dalam upaya membangun karakter bangsa melalui pendidikan di sekolah. Baca Juga Evaluasi Pembelajaran Pendidikan KarakterImplementasi Pendidikan Karakter di SekolahBagaimana Penerapan Pendidikan Karakter di Sekolah dalam Kondisi Pandemi Covid 19?Cara Mengintegrasikan Profil Pelajar Pancasila dalam Pembelajaran Sumber rujukan Kementerian Pendidikan Nasional Demikian, semoga ada manfaat.
PengaruhAgama Islam Terhadap Pembentukan Karakter Anak. Ajaran agama Islam tak bisa dipisahkan dari keimanan. Dalam menjalankan kehidupan, pendidikan sangat membantu setiap orang untuk memperoleh pengakuan, mulai dari pribadi hingga sosial. Sejatinya, tujuan pendidikan agama Islam adalah meningkatkan nilai akhlak dan moral manusia. - Istilah karakter dapat diartikan sebagai sistem daya juang, daya dorong, daya gerak, dan daya hidup yang berisikan tata nilai kebaikan akhlak dan moral dalam diri manusia. Karakter inilah yang melandasi pemikiran, sikap, dan perilaku manusia. Sementara itu, karakter bangsa adalah akumulasi atau sinergi dari karakter individu warga bangsa yang berproses secara terus menerus dan kemudian bangsa Indonesia adalah nilai-nilai kehidupan nyata bangsa Indonesia yang merupakan perwujudan dan pengamalan juga Komunitas dan Pembentukan Karakter Bangsa Untuk mewujudkan dan membentuk karakter bangsa Indonesia, diperlukan nilai-nilai yang harus ada dalam setiap warga negara. Nilai-nilai yang membentuk karakter bangsa Indonesia adalah Keimanan dan Ketakwaan Manusia yang bertakwa adalah manusia yang melaksanakan perintah Tuhan Yang Maha Esa dan menjauhi larangan-Nya. Contohnya adalah melaksanakan ibadah, selalu berbuat kebaikan, menjaga hubungan baik dengan sesama, menjauhkan diri dari perbuatan dosa, dan lain-lain. Kejujuran Menumbuhkan sikap dan perilaku sesuai nilai dan normal dengan berkata dan berbuat apa adanya. Kedisiplinan Kepatuhan seseorang terhadap norma dan peraturan yang berlaku, baik peraturan yang dibuat pemerintah maupun peraturan adat istiadat yang berlaku di masyarakat. Keikhlasan Menumbuhkan sikap dan tindakan setia yang secara sadar berbuat sesuai dengan hati nurani tanpa pamrih. Tanggung Jawab Setiap tugas dan kewajiban selalu diikuti oleh tanggung jawab, baik tanggung jawab secara moral kepada Tuhan YME maupun tanggung jawab terhadap sesama manusia. Persatuan Menempatkan kepentngan bangsa di atas kepentingan pribadi atau golongan. Persatuan dan kesatuan diwujudkan dengan mengedepankan pergaulan berdasarkan Bhineka Tunggal Ika. Saling Menghormati Wujud sikap saling menghormati digunakan sebagai perekat budaya atau tradisi yang berbeda antardaerah. Toleransi Dalam kemajemukan, agar terpelihara kerukunan dan kedamaian dalam kehidupan bermasyarakat, perlu dikembangkan nilai toleransi. Contohnya adalah sikap menahan diri, sabar, dan lapang dada. Gotong Royong Pekerjaan yang dilakukan bersama-sama tanpa pamrih untuk menyelesaikan suatu kegiatan yang hasilnya bermanfaat bagi semua orang dan dilandasi rasa kekeluargaan. Musyawarah Proses pengambilan keputusan yang dilakukan atas dasar kesepakatan bersama untuk menyelesaikan suatu permasalahan. Musyawarah menjadi akar demokrasi di Indonesia. Kerja Sama Ciri khas masyarakat Indonesia yang diwujudkan dalam berbagai kehidupan, mulai dari lingkungan, keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara. Ramah Tamah Sifat dan sikap baik budi dan santun dalam tutur kata serta perbuatan dalam bergaul di tengah masyarakat. Keserasian Kesejahteraan dan kebahagiaan hidup manusia dapat dicapai apabila terjadi keseimbangan hak dan kewajiban dalam membina hubungan antara dirinya dengan Tuhan, dengan sesama manusia, dan dengan lingkungan. Patriotisme Sikap mental yang dilandasi oleh rasa cinta, siap membela dan rela berkorban untuk tanah air, bangsa, dan negara. Kesederhanaan Sikap mental yang rendah hati dalam tingkah laku dan tutur kata yang selalu bersahaja. Martabat dan Harga Diri Tingkatan harkat kemanusiaan dan kedudukannya yang terhormat. Harga diri adalah nilai diri dan nilai kemanusiaan yang melekat. Kerja Keras Upaya yang dilakukan sungguh-sungguh dalam mencapai sesuatu yang diharapkan. Pantang Menyerah Sikap tangguh dan terus berjuang meskipun menghadapi berbagai rintangan, hambatan, dan tantangan. Referensi Nuswantari. 2019. Pendidikan Pancasila Membangun Karakter Bangsa. Yogyakarta Deepublish Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mari bergabung di Grup Telegram " News Update", caranya klik link kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
TahapanTahapan Pendidikan Karakter. (0) Wahid Priyono, S.Pd. December 10, 2020. Tujuan pendidikan karakter pada dasarnya adalah mendorong lahirnya anak-anak yang baik (insan kamil). Tumbuh dan berkembangnya karakter yang baik akan mendorong peserta didik tumbuh dengan kapasitas dan komitmennya untuk melakukan berbagai hal yang terbaik
18 KARAKTER BANGSA INDONESIA 1. Religius a. Pengertian Religius adalah Sikap dan perilaku yang patuh dalam melaksanakan ajaran agama yang dianutnya, toleran terhadap pelaksanaan ibadah agama lain, dan selalu hidup rukun dengan pemeluk agama lain. b. Makna Nilai religius ini harus kita terapkan pada diri kita dan peserta didik, agar dalam kehidupan sehari-hari sikap dan kelakuan kita tetap berlandaskan pada agama yang kita anut serta dapat menjunjung tinggi rasa toleransi dengan penganut agama lain serta dapat menghasilkan kehidupan yang harmonis dan rukun. c. Contoh Kita selaku umat muslim senantiasa melakukan hal yang diperintahkan agama, seperti melaksanakan solat, memberi zakat, melaksanakan saum, dll. Serta menjauhi apa yang dilarang oleh agama, seperti mencuri, berzina, mabuk, berbohong, dll. 2. Jujur a. Pengertian Jujur adalah Perilaku yang didasarkan pada upaya menjadikan dirinya sebagai orang yang dapat dipercaya dalam perkataan, tindakan dan perbuatan. b. Makna Nilai jujur ini sangat berpengaruh terhadap hubungan social. Karena sikap jujur akan membangun hubungan kepercayaan seseorang terhadap kita. Apabila seseorang sudah percaya pada kita, maka mudah untuk kita membangun kerjasama dengannya. c. Contoh Kita sebagai mahasiswa apabila berlaku dan bersikap jujur dalam kehidupan sehari-hari tentunya akan mendapatkan kepercayaan dari orang lain, baik dari teman atau dosen. Sehingga mudah bagi kita untuk bekerjasama dengan orang lain. Dan kita senantiasa diberikan kepercayaan sebuah pekerjaan yang penting karena sikap jujur kita. 3. Toleransi a. Pengertian Toleransi adalah Sikap dan tindakan yang menghargai perbedaan agama, suku, etnis, pendapat, sikap dan tindakan orang lain yang berbeda dari dirinya. b. Makna Nilai toleransi ini menjunjung tinggi rasa tenggang rasa antar sesama agama, suku, etnis, dll demi keberlangsungan kehidupan yang harmonis dan rukun. c. Contoh Apabila ada teman kita yang bukan dari etnis kita atau suku yang sama dengan kita, janganlah kita mengucilkannya. Senantiasa kita harus bersahabat dengan siapapun dan saling toleransi. Hal itu akan membantu kita untuk membangun sebuah kehidupan yang tentram. 4. Disiplin a. Pengertian Disiplin adalah Tindakan yang menunjukan perilaku tertib dan patuh terhadap berbagai ketentuan dan peraturan yang berlaku. b. Makna Nilai disiplin ini merupakan sikap patuh kita terhadap peraturan atau aturan yang berlaku di lingkungan sekitar kita. c. Contoh Sebagai mahasiswa yang memberlakukan nilai kedisiplinan yang tinggi, sebaiknya kita sehari-hari datang tepat waktu ke kampus, kemudian mengerjakan tugas dengan baik dan mengumpulkannya tepat waktu. 5. Kerja Keras a. Pengertian Kerja keras adalah Perilaku yang menunjukan upaya sungguh- sungguh dalam mengatasi berbagai hambatan belajar dan tugas, serta menyelesaikan tugas dengan sebaik-baiknya. b. Makna Nilai kerja keras ini mengandung arti usaha kita dalam mencapai suatu tujuan atau pencapaian suatu pekerjaan yang diharapkan hasilnya baik dan memuaskan. c. Contoh Dalam menghadapi ulangan atau tes, untuk mendapatkan nilai yang maksimal dan memuaskan perlu melakukan kerja keras untuk mendapatkan keinginan tersebut, yakni dengan belajar yang tekun. 6. Kreatif a. Pengertian Kreatif adalah Cara berpikir dan melakukan sesuatu untuk menghasilkan cara atau hasil baru dari sesuatu yang telah dimiliki. b. Makna Nilai kreatif ini mengandung arti pengungkapan ide-ide kita terhadap suatu cara atau suatu pekerjaan yang menghasilkan inovasi baru. c. Contoh Seorang guru harus memiliki sifat kreatif untuk membantunya dalam menyampaikan materi pembelajaran kepada peserta didik. Kreatif dalam strategi pembelajaran yang digunakan, atau metode pembelajaran, atau cara ia mengajar, agar tujuan pembelajaran dapat tercapai. 7. Mandiri a. Pengertian Mandiri adalah Sikap dan perilaku yang tidak mudah tergantung pada orang lain dalam menyelesaikan tugas- tugas. b. Makna Nilai mandiri ini menunjukkan perbuatan dan sikap seseorang dalam mengerjakan sesuatu tidak tergantung pada bantuan orang lain. Akan tetapi bergantung pada kemampuan diri sendiri. c. Contoh Apabila seorang mahasiswa diberikan tugas, hendaklah dikerjakan sendiri tanpa harus menunggu bantuan dari orang lain. 8. Demokratis a. Pengertian Demokratis adalah Cara berpikir, bersikap dan bertindak yang menilai sama hak dan kewajiban dirinya dan orang lain. b. Makna Nilai demokratis ini perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, karena akan menghasilkan keseimbangan antara hak dan kewajiban seorang individu dengan individu lain. c. Contoh Dalam pemilihan ketua kelompok dapat dilakukan dengan cara demokrasi, yaitu memilih beberapa calon untuk dipilih menjadi ketua dari suara pemilih yang terbanyak. 9. Rasa Ingin Tahu a. Pengertian Rasa ingin tahu adalah Sikap dan tindakan yang selalu berupaya untuk mengetahui lebih mendalam dan meluas dari sesuatu yang dipelajari, dilihat dan didengar. b. Makna Nilai rasa ingin tahu ini merupakan cerminan keaktifan seseorang dalam mempelajari sesuatu untuk menambah pengetahuan atau pemahaman seseorang. c. Contoh Sebelum melaksanakan pembelajaran, seorang mahasiswa yang memiliki rasa ingin tahu akan mempelajari materi yang akan diajarkan sehingga dalam pembelajaran nanti ia hanya mendiskusikannya saja dengan teman-teman atau dosennya. 10. Semangat Kebangsaan a. Pengertian Semangat kebangsaan adalah Cara berpikir, bertindak dan berwawasan yang menempatkan kepentingan bangsa dan negara diatas kepentingan diri dan kelompoknya. b. Makna Nilai ini sangat menjunjung tinggi rasa cinta pada tanah air serta menempatkan kepentingan negara di atas kepentingan pribadi atau kelompok. c. Contoh Seorang pelajar rela menjadi seorang TNI dengan tujuan untuk menjaga wilayah-wilayah di Indonesia. 11. Cinta Tanah Air a. Pengertian Cinta tanah air adalah Cara berpikir, bersikap dan berbuat yang menunjukan rasa kesetiaan, kepedulian dan penghargaan yang tinggi terhadap bahasa, lingkungan fisik, sosial, budaya, ekonomi, dan politik bangsa. b. Makna Nilai ini tidak jauh berbeda dengan nilai semangat kebangsaan. Nilai ini lebih mementinkan kepentingan negara dibandingkan kepentingan kelompok atau pribadi. c. Contoh Kita dapat menerapkan cinta tanah air kita dengan cara membuat prestasi dalam berbagai bidang akademik atau olahraga demi membanggakan negara. 12. Menghargai Prestasi a. Pengertian Menghargai prestasi adalah Sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat, dan mengakui, serta menghormati keberhasilan orang lain. b. Makna Nilai ini perlu kita terapkan dalam kehidupan akademik kita, karena dengan menghargai prestasi kita dapat memotivasi diri sendiri dan orang lain agar dapat maju dan berkembang. c. Contoh Apabila kita melihat teman kita mendapatkan prestasi, kita sebaiknya memberi selamat dan berusaha untuk bisa seperti dirinya. 13. Bersahabat/Komunikatif a. Pengertian Bersahabat adalah Tindakan yang memperlihatkan rasa senang berbicara, bergaul, dan bekerja sama dengan orang lain. 14. Cinta Damai Sikap, perkataan dan tindakan yang menyebabkan orang lain merasa senang dan aman atas kehadiran dirinya. 15. Gemar Membaca Kebiasaan menyediakan waktu untuk membaca berbagai bacaan yang memberikan kebajikan bagi dirinya. 16. Peduli Lingkungan Sikap dan tindakan yang selalu berupaya mencegah kerusakan pada lingkungan alam di sekitarnya, dan mengembangkan upaya- upaya untuk memperbaiki kerusakan alam yang sudah terjadi. 17. Peduli Sosial Sikap dan tindakan yang selalu ingin memberi bantuan pada orang lain dan masyarakat yang membutuhkan. 18. Tanggung Jawab Sikap dan perilaku seseorang untuk melaksanakan tugas dan kewajibannya, yang seharusnya dia lakukan, terhadap diri sendiri, masyarakat, lingkungan alam, sosial dan budaya, negara dan Tuhan Yang Maha Esa.

Contohnya dilakukan melalui hal sederhana, seperti membuang sampah pada tempat sampah. Pertama, tentunya harus memberi tahu ada akibat kalau sampah dibuang sembarangan, misalnya menimbulkan penyakit atau bau tidak sedap. Salah satu profil Pelajar Pancasila adalah karakter berkebhinekaan global. Dalam hal ini, Pelajar yang memiliki profil

Pendidikan karakter bukan adalah keadaan yang baru di Indonesia. Doang, apakah anda sudah mengenal bertambah tentang pendidikan karakter ini? Pendidikan karakter merupakan bentuk kegiatan manusia yang di dalamnya terdapat suatu tindakan yang mendidik diperuntukkan buat generasi lebih lanjut. Secara tercecer, pendidikan karakter dapat didefinisikan sebagai segala usaha yang bisa dilakukan untuk mempengaruhi karakter peserta. Mempengaruhi seperti mana apa? Mempengaruhi agar murid boleh merubah karakternya secara membenang, bukan hanya tentatif. Agar siswa dapat menerapkan budi-fiil yang sesuai dengan pendidikan budi ini. Tujuan pendidikan karakter adalah untuk membuat penyempurnaan diri insan secara terus-menerus dan melatih kemampuan diri demi menjurus kearah roh yang lebih baik. Apa saja yang termasuk pendidikan karakter nasion Indonesia? Berikut adalah pembahasan nya. Religius Sebuah perilaku yang mencerminkan seseorang dalam kegiatan beragama nya. Memunculkan rasa ketabahan dengan agama lain, dan bisa hidup secara damai dengan anggota pemeluk agama yang lain nya. Lengkap -> Bakal koteng Orang islam, melaksanakan ibadah shalat 5 waktu bagaikan bagasi beragamanya. Bikin pemeluk agama nan bukan, melaksanakan kewajiban-bagasi nya ibarat pemeluk agama nan dianutnya. Mustakim Perilaku bikin selalu menyampaikan kebenaran, fakta, dan boleh dipercaya oleh orang enggak kerumahtanggaan perkataan ataupun perbuatan. Contoh-> Detik membeli gorengan katakan yang sepatutnya ada. Misalnya makan 2, bayarnya pula harus 2. Jangan mengatakan makan 1, tapi sebenarnya makan 3. Toleransi Sikap untuk saling menghargai dan menghormati hak-hak orang lain sungguhpun banyak perbedaan. Contoh-> Bertoleransi antar umat beragama yang lain, terlebih bangsa Indonesia terdiri dari bermacam ragam agama. Tidak mengganggu umat beragama yang enggak melaksanakan ibadahnya juga merupakan teladan kecil dari sikap ketabahan ini. Disiplin Perilaku yang menyodorkan rasa ketertiban dalam diri dan mematuhi hal-hal nan sudah lalu diatur. Ideal-> Datang tepat waktu saat menghadiri formalitas bendera. Kerja keras Perilaku nan menunjukan sikap pantang tunduk dan bersungguh-betapa atas jalan hidup yang dilakukan. Paradigma-> Selalu melakukan yang terbaik ketika mengerjakan tugas, pantang menyerah, dan terus menyedang. Berbenda Punya pemikiran berlainan dengan orang plong lazimnya, berfikir “out of the box”. Contoh-> Membuat sesuatu yang bau kencur, atau memperbarui sesuatu yang telah ada. Misalnya makanan, melakukan inovasi rasa-rasa baru. Mandiri Sikap dan perilaku yang mencerminkan kepercayaan kepada diri seorang tidak bergantung sreg orang tak kerumahtanggaan melakukan suatu kegiatan. Contoh-> Mengamalkan tugas yang diberikan dengan kemampuan diri sendiri. Demokratis Prinsip berfikir dan bertindak nan membidas nasib baik dan barang bawaan dirinya dan hamba allah enggak. Model-> Saat berdiskusi tak hanya menyampaikan pendapat dirinya saja, namun juga harus mendengar pendapat makhluk tak. Rasa Ingin Adv pernah Dorongan privat diri bakal mengeksplor lebih tentang kejadian-keadaan yang yunior dirasakan atau dialami. Acuan-> Mengejar sempat tentang sebuah teknologi baru, misalnya VR Virtual reality. Nasionalisme Suatu sikap dan pemikiran lakukan mendahulukan kepentingan berbangsa dan bernegara diatas kepentingan pribadi/golongan. Teoretis-> Meraih penampakan-kinerja cak bagi mengharumkan nama bangsa Indonesia di gelanggang jagat rat. Sering Kapling Air Cara berfikir dan bersikap nan menunjukan perilaku kecintaan, kesetiaan, kepedulian, dan sangat menghargai bangsa Indonesia. Contoh-> Mengamalkan biji-biji Pancasila dan UUD 1945 di dalam kehidupan bermasyarakat sehari-waktu. Menghargai Performa Sikap yang mendorong diri bagi mencecah suatu prestasi dan pun mengakui prestasi yang diraih oleh orang tidak. Contoh-> Mengucapkan selamat kepada teman yang mutakadim meraih satu pencapaian tertentu. Bersahabat/Komunikatif Sikap dan pola nanang yang membentangkan rasa saling percaya dengan orang lain, saling menghargai, dan rani diajak bekerjasama. Hipotetis-> Berpose palamarta tamah kepada siapapun yang ditemuinya. Cinta Akur Sikap nan mengutarakan perilaku saling menghargai dan memuliakan. Lain silih menyilap dan dapat hidup dengan rukun. Contoh-> Tidak menciptakan menjadikan kegemparan di manapun anda berada Gemar Membaca Membentuk adat buat menyenggangkan beberapa saat untuk mengaji buku. Model-> Membaca buku setiap hari pada jam malam. Peduli Lingkungan Sikap dan tindakan nan memperhatikan lingkungan sekitar dan melakukan upaya-upaya bakal mengoreksi jikalau ada masalah. Contoh-> Lain merusak pohon nan ditemui dan merawat tanaman tersebut. Peduli Sosial Sikap yang peka dengan lingkungan sosial sekitar dirinya dan memasrahkan bantuan kepada basyar-anak adam nan membutuhkan. Contoh-> Membantu teman yang sedang kesulitan memahami suatu pelajaran. Pikulan Jawab Perilaku dan sikap lakukan melaksanakan tugas dan kewajiban nan diembakan kepadanya. Contoh-> Menjalankan amanah sebagai ketua inferior dengan baik. Seumpama aktualisasi diri, yang manakah yang sudah saya saya tanamkan pada diri saya? Ketahanan Kerja keras Mandiri Demokratis Rasa ingin tahu Cinta berbaik Peduli lingkungan Sebaiknya ke depan nya saya dapat meluaskan nya menjadi makin baik lagi. Daftar pustaka › Pendidikan 1Berikut ini adalah 18 nilai-nilai dalam pendidikan karakter bangsa menurut kementerian Pendidikan Nasional dan Kebudayaan : 1.1 Religius 1.2 Jujur 1.3 Toleransi 1.4 Disiplin 1.5 Kerja Keras 1.6 Kreatif 1.7 Mandiri 1.8 Demokratis 1.9 Rasa Ingin Tahu 1.10 Semangat kebangsaan 1.11 Cinta Tanah Air 1.12 Menghargai Prestasi

– Identitas nasional adalah ciri, tanda atau jati diri bangsa yang berbeda dengan bangsa-bangsa lain. Identitas nasional dapat disamakan dengan identitas kebangsaan. Ia menjadi identitas bersama karena merupakan kesepakatan bangsa yang ada di dalam negara. Identitas-identitas dibuat dan disepakati oleh rakyat dari suatu bangsa sebagai identitas ini beberapa contoh identitas nasional Indonesia. Baca juga Apa Itu Identitas Nasional? Contoh identitas nasional Indonesia Setiap bangsa di dunia memiliki identitas masing-masing sesuai dengan sifat, ciri, keunikan, serta karakter dari bangsa tersebut, termasuk Indonesia. Bentuk identitas nasional dapat berupa adat istiadat, bahasa nasional, lambang negara, bendera negara, termasuk juga ideologi contoh identitas nasional Indonesia yang membedakan dengan negara lain, yakni Lagu kebangsaan, yaitu Indonesia Raya dinyanyikan untuk pertama kali sebagai lagu kebangsaan pada tanggal 28 Oktober 1928 dalam Kongres Pemuda II. Bahasa nasional, yaitu Bahasa Indonesia berawal dari rumpun bahasa Melayu yang kemudian diangkat sebagai bahasa persatuan pada 28 Oktober 1928. Bangsa Indonesia sepakat bahwa bahasa Indonesia merupakan bahasa nasional sekaligus identitas nasional Indonesia. Lambang negara, yaitu Garuda Pancasila dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika merupakan lambang negara Indonesia. Garuda Pancasila adalah lambang berupa burung Garuda yang dikenal melalui mitologi kuno, yaitu burung yang menyerupai elang rajawali. Garuda digunakan sebagai lambang negara untuk menggambarkan bahwa Indonesia adalah bangsa yang besar dan negara yang kuat. Bendera negara, yaitu Bendera Merah merah putih sudah dikenal pada masa kerajaan di Indonesia yang kemudian diangkat sebagai bendera negara. Walaupun dikibarkan pertama kali pada tanggal 17 Agustus 1945, bendera Merah Putih telah ditunjukkan pada Kongres Pemuda II. Semboyan negara, yaitu Bhinneka Tunggal Tunggal Ika artinya berbeda-beda tetapi tetap satu juga. Semboyan ini menunjukkan kenyataan bahwa meskipun bangsa Indonesia adalah bangsa yang heterogen, namun tetap berkeinginan untuk menjadi satu bangsa, yaotu bangsa Indonesia. Dasar falsafah negara, yaitu merupakan identitas nasional yang berkedudukan sebagai dasar negara dan ideologi nasional Indonesia. Pancasila berisi lima nilai dasar yang dijadikan sebagai dasar filsafat dan ideologi negara Indonesia. Konstitusi negara, yaitu UUD 1945 merupakan hukum dasar tertulis yang menduduki tingkatan tertinggi dalam tata urutan perundangan di Indonesia, sekaligus dijadikan sebagai pedoman dalam penyelenggaraan bernegara. Bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berkedaulatan Indonesia ialah negara kesatuan, yang berbentuk sistem politik yang digunakan adalah demokrasi yang berdasarkan kedaulatan rakyat. Konsepsi wawasan nusantara menjadi cara pandang bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya yang beragam dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa, serta kesatuan wilayah dalam penyelenggaraan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara untuk mencapai tujuan nasional. Kebudayaan daerah yang telah diterima sebagai kebudayaan kebudayaan dan kelompok bangsa di Indonesia merupakan kebudayaan nasional dan menjadi kebanggaan bangsa. Pada dasarnya, kebudayaan nasional adalah puncak dari kebudayaan daerah yang ada. Contoh atau bentuk identitas nasional Indonesia tersebut merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan dengan jati diri atau kepribadian Indonesia. Identitas nasional ini menjadi ciri yang dimiliki Indonesia yang membedakannya dengan bangsa lain. Baca juga Fungsi dan Tujuan Identitas Nasional Referensi Pratiwi, Emy Yunita Rahma. 2021. Kewarganegaraan. Solok Insan Cendekia Mandiri. Rosmawati dan Hasanal Mulkan. 2020. Pendidikan Kewarganegaraan. Jakarta Kencana. Tomalili, Rahmanuddin. 2019. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Yogyakarta Deepublish. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mari bergabung di Grup Telegram " News Update", caranya klik link kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Pembangunankarakter bangsa dapat dilakukan dengan berbagai aktivitas yang dilandasi oleh karakter dasar, yaitu: Kepedulian Sosial: Orang yang berkarakter tidak hanya peduli, tetapi juga mau mengulurkan tangan dan memiliki kepekaan sosial. Contohnya adalah dengan mengembangkan simpati dan empati terhadap orang lain.

18 Pendidikan Karakter Menurut Kemendiknas – – Pada artikel kali ini akan diuraikan tentang 18 nilai karakter bangsa Indonesia beserta contohnya. Pendidikan karakter penting untuk memajukan pendidikan moral di Indonesia. Di semua setiap entri yang diawali dengan “in” sengaja dipisahkan dengan spasi untuk kata dasarnya, ini adalah pengenal. 18 Pendidikan Karakter Menurut Kemendiknas Dalam kehidupan kita sehari-hari, kata agama sudah tidak asing lagi. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia KBBI, kata religi memiliki arti keagamaan; karakter religius; berkaitan dengan agama. Info Gotong Royong Solid Di Masa Sulit Untuk Pendidikan Dan Kebudayaan Indonesia Oleh karena itu, sebagai negara yang beragama, Indonesia memiliki Pancasila sebagai dasar negara dan lambang pemersatu bangsa yang sangat majemuk ini. Sila Ketuhanan yang pertama menjadi dasar penyelenggaraan kehidupan berbangsa dan bernegara serta menjiwai empat sila lainnya sebagai cita-cita bangsa dan negara Indonesia. Oleh karena itu, umat beragama diharapkan dapat mewujudkan nilai-nilai agama pada semua agama sesuai dengan nilai-nilai universal Ketuhanan Yang Maha Esa dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Selain memiliki pengetahuan tentang agama dan kepercayaan yang diyakini oleh para pemeluk agama, mereka diharapkan mampu menerapkan nilai-nilai agama dan kepercayaan dalam kehidupan ini. Nilai Pendidikan Karakter Menurut Kemendikbud Untuk itu, nilai religi yang sama ini umumnya dibangun dari rumah, dari keluarga, terutama dari orang tua, yang harus mengajarkan kepada anak untuk mengenal agama dan hal-hal baik yang ada di dalamnya. Misalnya, seorang ibu dapat membantu anaknya belajar menghargai perbedaan, tidak memaksakan kehendaknya, melindungi yang tertindas dan mencintai lingkungan rumah. Contoh lain adalah sikap dan perilaku taat dalam mengikuti ajaran agamanya, toleran terhadap praktik agama lain dan hidup rukun dengan pemeluk agama lain. Selain itu, contoh perilaku sehari-hari antara lain kewajiban beribadah salat 5 waktu bagi umat Islam, dan ibadah lainnya bagi pemeluk agama lain, tanpa mengganggu pelaksanaan ibadah/ritual/hajatan agama lain, menjaga ketentraman bersama. antar pemeluk agama, dll. Karakter Bangsa Kemendikbud 2015 Perilaku yang dilandasi upaya untuk menjadi pribadi yang selalu dapat diandalkan dalam perkataan, tindakan dan pekerjaan. Kualitas karakter jujur ​​seseorang dapat dilihat dari perilaku seseorang terhadap sesuatu, jika dia berkata jujur ​​akan merugikan dirinya dan jika dia berbohong maka akan menguntungkannya. Kemudian ketika dia memilih untuk jujur, dia menunjukkan karakter jujur ​​untuk melakukannya. Namun perlu diperhatikan bahwa seseorang dapat dicap sebagai orang yang jujur ​​jika secara konsisten dan dalam segala hal mengatakan apa yang benar. Contoh perilaku jujur ​​yang paling mendasar adalah tidak berbohong, dalam konteks siswa, tidak melakukan hal-hal seperti menyontek/menjiplak saat ujian. Sikap dan tindakan yang menghargai perbedaan agama, suku, suku, pendapat, sikap dan tindakan. Contoh perilaku toleran adalah tidak memaksakan pendapat, dan menerima perbedaan dengan baik. Penanaman Karakter Pada Generasi Muda Perlu Terus Dikuatkan Disiplin adalah suatu keadaan yang tercipta dan terbentuk melalui proses tingkah laku tertentu yang menunjukkan nilai-nilai ketaatan, ketaatan, kesetiaan, ketertiban dan keteraturan. Tindakan yang menunjukkan perilaku yang sesuai dan mematuhi berbagai peraturan dan ketentuan. Seperti yang kita ketahui bersama bahwa kerja keras adalah kunci utama kesuksesan dan kebahagiaan di bidang apapun. Tentu kita mendapatkan sesuatu yang tidak mudah atau sesederhana meminta untuk menyerahkannya di telapak tangan atau langsung mengambilnya, tetapi lagi-lagi harus bekerja keras. Kerja keras sama dengan menghargai waktu dan lebih dekat dengan hasil yang gemilang. Ingatlah bahwa setiap orang memiliki biaya kegagalan yang harus dikeluarkan untuk mencapai kesuksesan, sehingga orang yang bekerja keras akan menghabiskan biaya kegagalannya lebih cepat sehingga lebih cepat mencapai kesuksesan. Selain kesuksesan, melalui kerja keras kita juga akan mendapatkan banyak pengalaman hidup yang berharga. Rangkaian proses yang kita lalui selama bekerja keras akan menghasilkan banyak hal yang tersimpan rapi dalam ingatan kita. Semua proses ini akan menjadikan kita lebih bijaksana, lebih bersyukur dan lebih dalam. Pendidikan Karakter Menurut Kemendikbud Jika kita berhasil melewati serangkaian tantangan dan rintangan yang menyuruh kita berhenti di tengah jalan, maka kita akan memiliki kemauan yang lebih kuat dan lebih teruji. Pada akhirnya akan ada modal besar untuk kesuksesan yang lebih besar. Ini kemudian menjawab pertanyaan mengapa orang sukses menjadi lebih sukses, yah, karena kesuksesan pertama menjadi fondasi kesuksesan berikutnya dan berlanjut dalam rantai seperti itu. Kreativitas mengacu pada berpikir dan melakukan sesuatu untuk menciptakan cara atau hasil baru dari sesuatu yang sudah Anda miliki. Arti kata “Kreatif” adalah menciptakan sesuatu yang berbeda dari yang lain atau menghubungkan hal-hal yang sebelumnya tidak berhubungan. Arti kata “inovator” di sisi lain adalah menciptakan sesuatu yang belum pernah ada sebelumnya atau menciptakan sesuatu yang sama sekali berbeda. Ada dua aspek penting dalam kreativitas, yaitu proses dan manusia. Sebuah proses berorientasi pada tujuan yang dirancang untuk mencapai solusi untuk masalah. Orang, di sisi lain, adalah sumber daya yang menentukan solusi. Tetapi berpikir kreatif tidak semudah yang Anda pikirkan. Pdf Nilai Pendidikan Karakter Anak Di Sekolah Perspektif Kemendiknas Bagi anak-anak, mungkin kreativitasnya masih sangat luas, karena pemikirannya bebas. Namun seiring bertambahnya usia seseorang, kreativitas seolah terkotak-kotak dan hal ini menjadi kendala bagi seseorang untuk berpikir kreatif. Hambatan-hambatan tersebut harus dikurangi atau dihilangkan, karena kreativitas diperlukan dalam berwirausaha dan hambatan tidak boleh dibiarkan menjadi masalah yang menghalangi kita untuk mengembangkan ide-ide kreatif kita. Banyak penemuan dan inovasi lahir sebagai cara memandang hubungan baru dan berbeda antara objek, proses, material, teknologi, dan manusia. Untuk mendukung kreativitas, kita dapat melihat hubungan kita dengan lingkungan alam. Orang kreatif akan memiliki koneksi intuitif untuk dapat mengembangkan dan menemukan hubungan baru. Selain bisa berkreasi memiliki imajinasi yang inovatif, gunakan otak kanan, sedangkan otak kiri digunakan untuk bekerja. Proses penciptaan inovasi meliputi pemikiran logis dan analitis tentang tahapan pengetahuan, evaluasi dan implementasi. Pdf Penguatan Pendidikan Karakter Berbasis Nilai Nilai Kearifan Lokal Di Sekolah Sikap dan perilaku yang tidak mudah dikendalikan oleh orang lain untuk menyelesaikan tugas. Pengertian merdeka menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah menyendiri; jangan bergantung pada orang lain. Mandiri identik dengan mandiri, yaitu berdiri di atas kaki sendiri dan tidak mengandalkan bantuan orang lain. Ada beberapa ciri kemandirian menurut Gear 2002145 yaitu kemandirian, mampu bekerja sendiri, menguasai keterampilan dan kompetensi, menghargai waktu dan bertanggung jawab. Sikap dan tindakan yang selalu berusaha untuk mengetahui lebih dalam dan luas dari sesuatu yang dipelajari, dilihat dan didengarnya. Nilai Karakter Menghargai prestasi merupakan sikap dan tindakan yang mendorong dihasilkannya sesuatu yang berguna bagi masyarakat, serta mengakui dan menghargai keberhasilan orang lain. Marjanis 18 Nilai Pendidikan Karakter, Bekal Hidup Lebih Baik Nilai karakter ramah/komunikatif adalah sikap dan tindakan yang mendorong kita untuk menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat serta mengakui dan menghargai keberhasilan orang lain. Nilai perdamaian adalah sikap dan tindakan yang mendorong kita untuk menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat serta mengakui dan menghormati keberhasilan orang lain. Nilai Ciri Peduli Lingkungan adalah sikap dan tindakan yang selalu berusaha menghindari kerusakan lingkungan alam sekitar, serta mengembangkan upaya untuk memperbaiki kerusakan alam. Nilai-nilai karakter peduli sosial merupakan sikap dan tindakan yang selalu berusaha membantu orang lain dan masyarakat yang membutuhkan. Kebijakan Nasional Pendidikan Karakter By Download Bs E Sikap dan perilaku seseorang dalam menunaikan tugas dan kewajibannya terhadap dirinya, masyarakat, lingkungan alam, sosial dan budaya, bangsa dan Tuhan Yang Maha Esa PENDIDIKAN KEPRIBADIAN merupakan bentuk aktivitas manusia. yaitu tindakan yang melaksanakan pendidikan yang ditujukan kepada generasi penerus. Tujuan pendidikan karakter adalah untuk menciptakan perbaikan diri secara terus menerus dan melatih keterampilan seseorang untuk kehidupan yang lebih baik. Pendidikan karakter saat ini menjadi fokus utama kegiatan pendidikan di Indonesia. Peran guru dalam pendidikan karakter ini sangatlah penting, guru diharapkan dapat berperan sebagai contoh untuk membangun karakter peserta didik. Yaitu ketaatan dan ketaatan untuk memahami dan melaksanakan ajaran agama keyakinan, dalam hal ini termasuk sikap toleransi terhadap pelaksanaan ibadah agama lain keyakinan, serta hidup rukun dan berdampingan. Yaitu sikap dan perilaku yang mencerminkan kesatuan pengetahuan, perkataan dan perbuatan mengetahui yang benar, mengatakan yang benar dan melakukan yang benar agar orang yang bersangkutan dapat dipercaya. Pdf Makalah Inovasi Pendidikan Pendidikan Karakter Yaitu agama, kepercayaan, suku, adat, bahasa, ras, suku, pendapat, serta sikap dan perilaku yang mencerminkan penghargaan terhadap perbedaan yang secara sadar dan terbuka berbeda dengan diri sendiri dan dapat hidup damai di tengah perbedaan tersebut. Yaitu perilaku yang menunjukkan usaha yang sungguh-sungguh berjuang sampai titik darah penghabisan dalam menyelesaikan berbagai tugas, masalah, pekerjaan, dan lain-lain dengan sebaik-baiknya. Dengan kata lain, sikap dan perilaku yang mencerminkan inovasi dalam berbagai aspek penyelesaian masalah, sehingga selalu menemukan cara baru, serta hasil baru yang lebih baik dari sebelumnya. Yaitu sikap dan perilaku yang tidak bergantung pada orang lain untuk menyelesaikan berbagai tugas dan masalah. Namun, bukan berarti Anda tidak bisa bekerja sama, tetapi Anda tidak bisa mendelegasikan tugas dan tanggung jawab kepada orang lain. Urgensi Pendidikan Karakter Yaitu sikap dan pola pikir yang mencerminkan persamaan hak dan kewajiban antara dirinya dengan orang lain secara adil dan wajar. Yaitu pola pikir, sikap, dan perilaku yang mencerminkan rasa ingin tahu dan rasa ingin tahu yang lebih dalam terhadap segala sesuatu yang dilihat, didengar, dan dipelajari. Dengan kata lain, sikap dan tindakan yang mendahulukan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan individu atau kelompok. Yaitu sikap dan perilaku yang sangat mencerminkan kebanggaan, kesetiaan, kepedulian dan penghargaan terhadap bahasa, budaya, ekonomi, politik, dan lain-lain, sehingga tidak mudah menerima tawaran bangsa lain yang dapat merugikan bangsa itu sendiri. Siaran Pers Kemendikbud Membangun Pendidikan Karakter Melalui Keteladanan Guru Yaitu sikap terbuka terhadap prestasi orang lain dan menerima kekurangan diri sendiri, tanpa mengurangi semangat berprestasi yang lebih tinggi. Ramah atau proaktif, yaitu sikap dan tindakan terbuka terhadap orang lain Pengembangan pendidikan budaya dan karakter bangsa kemendiknas, pengertian pendidikan karakter menurut ahli, pendidikan karakter menurut lickona, kemendiknas 2010 pengembangan pendidikan budaya dan karakter bangsa, pendidikan karakter menurut lickona adalah, pendidikan karakter menurut para ahli, pendidikan karakter menurut kemendikbud, 18 pendidikan karakter, kemendiknas 2010 tentang pendidikan karakter, pendidikan karakter menurut ahli, pendidikan karakter menurut thomas lickona, kemendiknas 2011 pendidikan karakter

PengertianNasionalisme Menurut Para Ahli. Beberapa ahli mengemukakan pandangannya mengenai pengertian nasionalisme. Berikut ini diantaranya: 1. Menurut Ernest Renan. Nasionalisme adalah kehendak untuk bersatu dan bernegara. 2. Menurut Otto Bauar. Nasionalisme adalah suatu persatuan perangai atau karakter yang timbul karena perasaan .
  • gg4sirs4b2.pages.dev/204
  • gg4sirs4b2.pages.dev/482
  • gg4sirs4b2.pages.dev/223
  • gg4sirs4b2.pages.dev/185
  • gg4sirs4b2.pages.dev/299
  • gg4sirs4b2.pages.dev/255
  • gg4sirs4b2.pages.dev/436
  • gg4sirs4b2.pages.dev/154
  • 18 karakter bangsa beserta contohnya